Makalah mata kuliah : Bank dan Lembaga Keuangan

MENGUKUR KESEHATAN BANK UMUM DAN BANK BPR

MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan

Oleh,
Ariyani Siti Purwanti
113401048

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SILIWANGI
2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt. karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis telah mampu menyelesaikan makalah berjudul “Mengukur Kesehatan Bank Umum dan Bank BPR”. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan.
Makalah ini berisi tentang berbagai macam penjelasan tentang pengertian kesehatan bank, penilaian tingkat kesehatan suatu bank, kesehatan bank umum, dan dan kesehatan bank BPR.
Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, itu dikarenakan kemampuan penulis yang terbatas. Namun berkat bantuan dan dorongan serta bimbingan dari Bapak dosen Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan serta berbagai bantuan dari berbagai pihak akhirnya pembuatan makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan bagi pembaca. Amin.
Tasikmalaya, 16 Oktober 2012 Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Makalah
D. Kegunaan Makalah
E. Prosedur Makalah
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Kesehatan Bank
B. Penilaian Kesehatan Suatu Bank
C. Kesehatan Bank Umum
D. Kesehatan Bank BPR
BAB III PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesehatan Bank yang merupakan cerminan kondisi dan kinerja Bank merupakan sarana bagi otoritas pengawas dalam menetapkan strategi dan fokus pengawasan terhadap Bank. Selain itu, kesehatan Bank juga menjadi kepentingan semua pihak terkait, baik pemilik, pengelola (manajemen), dan masyarakat pengguna jasa Bank.
Kesehatan Bank harus dipelihara atau ditingkatkan agar kepercayaan masyarakat terhadap Bank dapat tetap terjaga. Selain itu, Tingkat Kesehatan Bank digunakan sebagai salah satu sarana dalam melakukan evaluasi terhadap kondisi dan permasalahan yang dihadapi Bank serta menentukan tindak lanjut untuk mengatasi kelemahan atau permasalahan Bank.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan Kesehatan Bank?
2. Bagaimana penilaian kesehatan suatu bank?
3. Bagaimana penilaian kesehatan bank umum?
4. Bagaimana penilaian kesehatan bank BPR?

C. Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan:
1. Mengetahui pengertian Kesehatan Bank;
2. Mengetahui cara penilaian kesehatan suatu bank;
3. Mengetahui hasil penilaian kesehatan bank umum;
4. Mengetahui hasil penilaian kesehatan bank BPR;
D. Kegunaan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan konsep Mengukur Kesehatan Bank Umum dan Bank BPR.
Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. penulis, sebagai bahan penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khususnya tentang konsep Mengukur Kesehatan Bank Umum dan Bank BPR.
2. pembaca, sebagai media informasi tentang konsep Mengukur Kesehatan Bank Umum dan Bank BPR baik secara teoritis maupun secara praktis.

E. Prosedur Makalah
Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan konprehensif. Data teoritis makalah ini dikumpulkan dengan mengambil data melalui internet. Data tersebut diolah dengan teknik analisis isi melalui kegiatan mengeksposisikan data serta mengaplikasikan data tersebut dalam konteks tema makalah.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kesehatan Bank
Kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal & mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dan sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku.
Kegiatan tersebut antara lain:
a. Kemampuan menghimpun dana
b. Kemampuan mengelola dana
c. Kemampuan untuk menyalurkan dana ke masyarakat
d. Kemampuan memenuhi kewajiban kepada pihak lain
e. Pemenuhan peraturan yang berlaku.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa bank yang sehat adalah bank yang dapat menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik. Dengan kata lain, bank yang sehat adalah bank yang dapat menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat, dapat menjalankan fungsi intermediasi, dapat membantu kelancaran lalu lintas pembayaran serta dapat digunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakannya, terutama kebijakan moneter. Dengan menjalankan fungsi-fungsi tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat serta bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan.

B. Penilaian Kesehatan suatu Bank
Penilaian tingkat kesehatan Bank dimonitori oleh Bank Indonesia demi tercapainya kestabilan nilai rupiah dan nilai tukar wajar yang akan mengakibatkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya akan membawa dampak positive bagi rakyat yaitu meningkatnya kesejahteraan rakyat. Tata cara penilaian kesehatan Bank secara umum telah mengalami perubahan pada tahun 2004 menjadi CAMELS dan perubahan selanjutnya pada tahun 2011 yang disingkat RGEC. Perubahan-perubahan tersebut menggantikan peraturan penilaian tingkat kesehatan bank yang pertama kali diberlakukan pada tahun 1999 yaitu CAMEL.
Berikut akan dibahas secara keseluruhan dari analisis CAMELS tersebut.
1. permodalan (capital)
Penilaian terhadap faktor permodalan meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:
a. kecukupan, komposisi, dan proyeksi (trend ke depan) permodalan serta kemampuan permodalan Bank dalam mengcover aset bermasalah;
b. kemampuan Bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan, rencana permodalan Bank untuk mendukung pertumbuhan usaha, akses kepada sumber permodalan, dan kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan Bank.
2. kualitas aset (asset quality)
Penilaian terhadap faktor kualitas aset meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:
a. kualitas aktiva produktif, konsentrasi eksposur risiko kredit, perkembangan aktiva produktif bermasalah, dan kecukupan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP);
b. kecukupan kebijakan dan prosedur, sistem kaji ulang (review) internal, sistem dokumentasi, dan kinerja penanganan aktiva produktif bermasalah.
3. manajemen (management)
Penilaian terhadap faktor manajemen meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:
a. kualitas manajemen umum dan penerapan manajemen risiko;
b. kepatuhan Bank terhadap ketentuan yang berlaku dan komitmen kepada Bank Indonesia dan atau pihak lainnya.
4. rentabilitas (earning)
Penilaian terhadap faktor rentabilitas meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:
a. pencapaian return on assets (ROA), return on equity (ROE), net interest margin (NIM), dan tingkat efisiensi Bank;
b. perkembangan laba operasional, diversifikasi pendapatan, penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya, dan prospek laba operasional.
5. likuiditas (liquidity)
Penilaian terhadap faktor likuiditas meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:
a. rasio aktiva/pasiva likuid, potensi maturity mismatch, kondisi Loan to Deposit Ratio (LDR), proyeksi cash flow, dan konsentrasi pendanaan;
b. kecukupan kebijakan dan pengelolaan likuiditas (assets and liabilities management / ALMA), akses kepada sumber pendanaan, dan stabilitas pendanaan.
6. sensitivitas terhadap risiko pasar (sensitivity to market risk)
Penilaian terhadap faktor sensitivitas terhadap risiko pasar meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut:
a. kemampuan modal Bank dalam mengcover potensi kerugian sebagai akibat fluktuasi (adverse movement) suku bunga dan nilai tukar;
b. kecukupan penerapan manajemen risiko pasar.

C. Kesehatan Bank Umum
Hal-hal yang mempengaruhi penilaian kesehatan bank umum adalah sebagai berikut :
1. Pelanggaran batas maksimum pemberian kredit,
2. Pelanggaran ketentuan posisi devisa netto,
3. Pelanggaran ketentuan know your customer,
4. Pelanggaran transparansi produk bank dan penggunaan data pribadi nasabah,
5. Pelanggaran ketentuan penyelesaian pengaduan nasabah.
Hasil penilaian tingkat kesehatan bank umum adalah sebagai berikut :
- PK 1
Bank tergolong sangat baik dan mampu mengatasi pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri.

- PK 2
Bank tergolong baik dan mampu mengatasi pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan namun masih memiliki kelamahan minor yang dapat segera diatasi oleh tindakan rutin.
- PK 3
Bank tergolong cukup baik namun terdapat beberapa kelemahan yang dapat menyebabkan peringkat kompositnya memburuk apabila bank tidak segera melakukan tindakan korektif.
- PK 4
Bank tergolong kurang baik dan sangat sensitif terhadap pengaruh negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan.
- PK 5
Bank tergolong tidak baik dan sangat sensitif terhadap pengaruh negatif perekonomian serta mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya.

D. Kesehatan Bank BPR
Hal-hal yang mempengaruhi penilaian kesehatan bank perkreditan rakyat adalah sebagai berikut:
1. Pelanggaran batas maksimum pemberian kredit
2. Pelanggaran ketentuan know your customer
3. Pelanggaran transparansi produk bank dan penggunaan data pribadi nasabah.
Hasil Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Perkreditan Rakyat sebagai berikut:
Nilai Kredit Predikat
81 – 100 Sehat
66 – < 81 Cukup Sehat
51 – < 66 Kurang Sehat
0 – < 51 Tidak Sehat

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan uraian bab sebelumnya penulis dapat mengemukakan simpulan sebagai berikut.
1. Kesehatan bank adalah Kemampuan suatu bank untuk melakukan kegiatan operasional perbankan secara normal & mampu memenuhi semua kewajibannya dengan baik dan sesuai dengan peraturan perbankan yang berlaku.
2. Tata cara penilaian kesehatan Bank secara umum telah mengalami perubahan pada tahun 2004 menjadi CAMELS dan perubahan selanjutnya pada tahun 2011 yang disingkat RGEC. Perubahan-perubahan tersebut menggantikan peraturan penilaian tingkat kesehatan bank yang pertama kali diberlakukan pada tahun 1999 yaitu CAMEL.
3. Hasil penilaian dari bank umum diantarannya, sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik dan tidak baik.
4. Hasil penilaian dari bank BPR menggunakan nilai kredit yg predikatnya sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat.

B. Saran
Sejalan dengan simpulan di atas, penulis merumuskan saran yaitu, Tata cara penilaian kesehatan Bank dengan menggunakan CAMELS menurut saya sudah cukup baik jadi tidak perlu mengalami perubahan lagi.

DAFTAR PUSTAKA

http://simplegifts92.wordpress.com/2012/04/12/penilaian-tingkat-kesehatan-bank-umum-analisis-camel/.

http://google.com

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s